![]() |
| Jenazah yang diduga balita hanyut asal Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (27/2/2026). (Foto: Dok. SAR Lombok Timur) |
Penemuan jasad seorang anak kecil di perairan Desa Sebotok, Pulau Moyo, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengegerkan warga dan menjadi perbincangan hangat di media sosial sepanjang Jumat malam (27/2/2026). Mayat yang ditemukan di pesisir pulau indah ini diduga kuat merupakan seorang balita yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah terbawa arus saat mandi hujan di Lombok Timur.
Saksi awal yang melihat penemuan tersebut langsung mengabarkannya melalui unggahan daring, sehingga berita ini cepat menyebar ke berbagai platform. Kasi Humas Polres Sumbawa, Ipda Mulyawansyah, mengonfirmasi bahwa laporan keberadaan jasad di Pulau Moyo memang benar, namun identitas korban belum resmi dipastikan karena proses penyelidikan masih berlangsung.
Saksi awal yang melihat penemuan tersebut langsung mengabarkannya melalui unggahan daring, sehingga berita ini cepat menyebar ke berbagai platform. Kasi Humas Polres Sumbawa, Ipda Mulyawansyah, mengonfirmasi bahwa laporan keberadaan jasad di Pulau Moyo memang benar, namun identitas korban belum resmi dipastikan karena proses penyelidikan masih berlangsung.
Berdasarkan ciri pakaian yang dikenakan oleh jasad itu sebuah baju berwarna biru tim SAR dan kepolisian menduga kuat korban adalah Azril Filah Busairi, balita berusia 4 tahun dari Lingkungan Karang Sukun, Kelurahan Selong, Lombok Timur yang dilaporkan hilang tiga hari sebelumnya. Informasi ini diperkuat oleh kecocokan pakaian yang sama dengan foto terakhir anak tersebut sebelum hanyut.
Peristiwa awalnya terjadi saat Azril bermain dan mandi hujan di selokan di depan SDN 1 Selong pada Selasa pagi (24/2). Arus kuat selokan menarik anak itu dan tidak terlihat lagi setelah kejadian. Tim SAR Lombok Timur dan berbagai unsur lainnya kemudian mengerahkan pencarian intensif di sepanjang aliran drainase, tetapi upaya menemukan korban dalam kondisi hidup berakhir dengan duka.
Keluarga yang diberitahu tentang penemuan mayat ini langsung melakukan perjalanan menuju lokasi di Pulau Moyo untuk memastikan identitas secara langsung. Pihak kepolisian masih akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah jasad tersebut benar adalah Azril, serta menunggu kedatangan keluarga sebagai bagian dari proses verifikasi resmi.
Kejadian memilukan ini lantas membuka kembali refleksi publik tentang keselamatan anak saat bermain di luar rumah, terutama di area yang berpotensi berbahaya seperti selokan dan drainase saat hujan deras. Tragedi ini juga memperlihatkan bagaimana kekuatan arus kecil sekalipun bisa membawa konsekuensi fatal bagi anak-anak, dan pentingnya kewaspadaan orang dewasa saat musim hujan.

